Selasa, 16 April 2013

Laporan praktikum Echinodermata


PRAKTIKUM VI
Topik               : Echinodermata
Tujuan             : Mengamati dan menjelaskan ciri-ciri morfologi dari phylum                                   Echinodermata.
Hari/tanggal    : Kamis/27 Maret 2013
Tempat            : Laboraturium PMIPA FKIP Unlam Banjarmasin.
 

       I.            ALAT DAN BAHAN
a.       Alat
1.         Loupe
b.      Bahan
1.         Awetan Asterias
    II.            CARA KERJA
1.      Mengamati awetan Asterias pada bagian oral dan aboral, gambar dan sebutkan ciri morfologi serta sebutkan fungsi dari kaki tabung, madreporit, periprok.
2.      Menggambar morfologi Asterias.

 III.            TEORI DASAR
Phylum Echinodermata terdiri atas 5 kelas yaitu : Asteridea, Echinoidea, Ophiuroidea, Holoturoidea, Crinoidea. Yang kita pelajari adalah kelas Asteroidea dengan contoh Asterias.
            Secara umum pada Echinodermata tubuh terdiri atas bagian oral dan aboral, memiliki sistem vaskuler (sistem Ambulakral), umumnya lengan berjumlah 5, Asterias tubuhnya dilindungi oleh duri-duri.Hewan ini mempunyai bentuk yang khas dan panjangnya bisa mencapai 1 mm.
            Echinodermata berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Echinos” yang berarti duri dan “Derma” yang berarti kulit. Jadi Echinodermata merupakan hewan yang kulitnya berduri. Hewan ini meliputi :
1.      Bintang laut (Kelas Asteroidea)
2.      Bintang ular (Kelas Ophiuroidea)
3.      Landak laut (Kelas Echinoidea)
4.      Lilia laut (Kelas Crinoidea)
5.      Tripang laut (Kelas Holoturoidea)
            Seluruh hewan Echinodermata adalah simetri radial dan sebagian besar memiliki penguat tubuh dari zat kapur dengan tonjolan-tonjolan duri. Hewan ini hidup di pantai dan didalam laut sampai kedalaman kurang lebih 366 m, sebagian hidup bebas, hanya gerakannnya lamban, tidak ada yang parasit. Merupakan hewan pemakan sampah-sampah laut, sehingga laut menjadi bersih. Phylum Echinodermata ditempatkan pada akhir deretan phylum dalam Invertebrata karena tidak Nampak memiliki hubungan kekerabatan dengan Invertebrata lainnya.
Ciri-ciri Echinodermata secara rinci adalah :
1.      Simetri radial pada hewan yang telah dewasa, memiliki 5 bagian, sedang larvanya simetri bilateral; memiliki 3 jaringan dasar, sebagian besar alatnya bersilia, tidak memiliki kepala dan otak, tidak bersegmen.
2.      Permukaan tubuh yang umumnya simetri radia, memiliki kaki buluh atau kaki ambulakral.
3.      Tubuh terbungkus oleh epidermis yang halus dengan disokong oleh penguat berupa kepingan kapur yang disebut laminae atau ossicula yang mudah digerakkan atau tidak mudah digerakkan, dengan pola yang tetap, sering memiliki duri-duri kapur yang halus.
4.      Saluran pencernaan sederhana, biasanya lengkap (beberapa jenis tidak memliki anus).
5.      Memiliki sistem sirkulasi radial yang mengalami reduksi; coelom dilapisi oleh peritonium bersilia ; rongga coelom biasanya luas dan berisi amoebocyt-amoebocyt bebas.
6.      Respirasi dilakukan dengan insang kecil atau papulae yang tersembul dari coelom dan beberapa jenis Echinodermata bernapas dengan menggunakan kaki ambulakral, sedang pada Holoturoidea menggunakan batang-batang seperti pohon yang terdapat dalam cloaca.
7.      Sistem syaraf dengan batang cincin yang bercabang-cabang kearah radial. Seks terpisah dengan beberapa perkecualian.
Beberapa species vivipar, beberapa berkembang biak dengan aseksual yaitu dengan pembelahan sel; memilki daya regenerasi yang besar sekali, bila terdapat bagian yang rusakatau terlepas. Pada sekitar dasar duri terdapat bentuk jepitan pada ujungnya dan disebut Pedicellaria. Pada salah satu bagian antara dua bagian tubuh radial atau lengan terdapat lempeng saringan madreporit sebagai tempat masuknya air dalam sistem vaskular air atau ambulakral. Pada tiap alur ambulacral terdapat 2 deret atau 4 deret kaki-kaki. Saluran pencernaan sederhana, biasanya lengkap (beberapa jenis tidak memiliki anus). Memiliki sistem sirkulasi radial yang mengalami reduksi; coelom dilapisi oleh peritonium bersilia; rongga coelom biasanya luas dan berisi amoebocyt-amoebocyt bebas. Respirasi dilakukan dengan insang kecil atau papulae yang tersembul dari coelom; beberapa jenis Echinodermata bernafas dengan kaki ambulakral. Sistem syaraf dengan batang cincin yang bercabang-cabang ke arah radial.
Kelas Asteroidea merupakan spesies Echinodermata yang paling banyak jumlahnya, yaitu sekitar 1.600 spesies. Asteroidea juga sering disebut bintang laut. Bintang laut umumnya memiliki lima lengan, tetapi kadang-kadang lebih yang memanjang dari suatu cakram pusat. Permukaan bagian bawah lengan itu memiliki kaki tabung yang dapat bertindak seperti cakram untuk menyedot. Bintang laut mengkoordinasi kaki tabung tersebut untuk melekat di batuan dan merangkak secara perlahan-lahan sementara kaki tabung tersebut memanjang, mencengkeram, berkontraksi, melemas, memajang, kemudian mencengkeram lagi. Bintang laut menggunakan kaki tabungnya untuk menjerat mangsanya seperti remis dan tiram. Lengan bintang laut mengapit bipalpia yang menutup, kemudian mengeluarkan lambungnya melalui mulut dan memasukkannya ke dalam celah sempit bivalvia kemudian mengekresikan getah pencernaan dan mencerna bivalvia di dalam cangkangnya. Tubuh Asteroidea memiliki duri tumpul dan pendek. Duri tersebut ada yang termodifikasi menjadi bentuk seperti catut yang disebut Pediselaria. Fungsi pediselaria adalah untuk menangkap makanan serta melindungi permukaan tubuh dari kotoran. Pada bagian tubuh dengan mulut disebut bagian oral, sedangkan bagian tubuh dengan lubang anus disebut aboral. Pada hewan ini, kaki ambulakral selain untuk bergerak juga merupakan alat pengisap sehingga dapat melekat kuat pada suatu dasar.
Sistem ambulakral Asteroidea terdiri dari :
a.       Medreporit adalah lempengan berpori pada permukaan cakram pusat dibagian dorsal tubuh.
b.      Saluran cincin terdapat di rongga tubuh cakram pusat
c.       Saluran radial merupakan cabang saluran cincin ke setiap lengan.
d.      Kaki ambulakral merupakan juluran saluran radial yang keluar.
Asteroidea juga terdapat papilla derma yaitu penonjolan rongga tubuh yang berguna untuk pertukaran gas. Asteroidea dapat beregenerasi jika tangannya patah, contoh Allostichaster polyplax dan Coscinasterias calamaria. Beberapa spesies asteroidea dari tangan yang patah dapat membentuk individu yang baru, contoh Linkia multifora dan Echinaster luzonicus. Asteroidea berdifat dioecius dengan fertilisasi eksternal. Biasanya terdapat 10 gonad (2 dalam 1 tangan). Perkembangan tubuhnya mengalami dua tahap larva, yaitu bilpinaria (tahap larva pertama) dan brachiolaria (larva yang menunjukkan perkembangan tangan).
Kelas Ophiuroidea (bintang mengular) memiliki cakram tengah yang jelas terlihat dari tangannya panjang sehingga memudahkannya bergerak. Kaki tabung (kaki ambulakral) tidak memiliki alat isap dan bintang mengular bergerak dengan mencambukkan lengannya. Hidup di perairan dangkal dan dalam, bersembunyi di bawah batuan atau rumput laut, mengubur diri di pasir, aktif di malam hari. Ophiuroidea terdiri dari 2.000 spesies, contohnya adalah bintang ular (Ophiothrix). Ophiuroidea (dalam bahasa yunani, ophio = ular) berbentuk seperti asteroidea, namun lengannya lebih langsing dan fleksibel. Cakram pusatnya kecil dan pipih dengan permukaan aboral (dorsal) yang halus atau berduri tumpul. Ophiuroidea tidak memiliki pediselaria. Cakram pusat berbatasan dengan lengan-lengannya. Bintang ular merupakan echinodermata yang paling aktif dan paling cepat gerakannya. Jenis kelamin terpisah, fertilisasi eksternal, mengalami tahap larva yang disebut pluteus. Hewan ini pun juga dapat beregenerasi. Beberapa spesies ophiuroidea merupakan hewan pemakan suspensi, dan yang lain adalah predator atau pemakan bangkai.
Kelas Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan. Echinoidea yang berbentuk bola misalnya bulu babi (Diadema saxatile) dan landak laut (Arabcia punctulata). Hidup pada batuan atau lumpur di tepi pantai atau dasar perairan. Makanannya adalah rumput laut, hewan yang telah mati, biasanya nocturnal. Permukaan tubuh hewan ini berduri panjang. Echinoidea memilki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles. Fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya yang berupa ganggang atau sisa-sisa organisme. Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar pasir (Echinarachnius parma). Permukaan sisi oral tubuhnya pipih, sedangkan sisi aboralnya agak cembung. Tubuhnya tertutupi oleh duri yang halus dan rapat. Durinya berfungsi untuk bergerak, menggali, dan melindungi permukaan tubuhnya dari kotoran. Kaki ambulakral hanya terdapat di sisi oral yang berfungsi utuk mengangkut makanan. Reproduksi Echinoidea dengan fertilisasi eksternal dan bersifat hermafrodit. Telur echinoidea yang menetas akan berkembang menjadi larva yang disebut larva echinoploteus. Melimpahnya jumlah landak laur menandakan kondisi air yang tidak bagus. 
Kelas Crinoidea berbentuk seperti tumbuhan. Habitatnya pada garis pantai sampai kedalaman 12000 kaki. Crinoidea terdiri dari kelompok yang tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai. Kelompok yang bertangkai dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai dikenal sebagai bintang laut berbulu. Contoh lili laut adalah Metacrinus rotundus dan untuk bintang laut berbulu adalah Oxycomanthus benneffit dan Ptilometra australis. Beberapa crinodea ada yang sesil dan ada yang berenang bebas. Sampai saat ini di perkirakan terdapat 630 spesies crinoidea yang telah diketahui. Sebagian Crinoidea bersifat dioecious, tetapi ada yang monoecious. Crinoidea mengeluarkan larva yang disebut doliolaria. Crinoidea dapat beregenerasi. Tangannya di namakan pinula yang di tutupi oleh zat yang lengket untuk membantu menangkap makanan. Jumlah tangnan (pinula) antara 5-200.
Kelas Holothuroidea apabila dilihat secara sepintas, timun laut yang merupakan salah satu anggota filum Echinodermata tidak terlihat mirip dengan hewan Echinodermata lainnya. Anggota kelas ini umumnya tidak memiliki duri dan endoskeleton yang keras sangat tereduksi. Tubuh ketimun laut memanjang sepanjang sumbu oral-aboral sehingga memberikan bentuk ketimun seperti namanya. Namun demikian, setelah diteliti lebih lanjut ternyata di tubuhnya terdapat lima baris kaki tabung (kaki ambulakral) yang merupakan sistem pembuluh yang hanya terdapat pada hewan Echinodermata. Kaki tabung (kaki ambulakral) yang terdapat di sekitar mulut kemudian dikembangkan menjadi tentakel untuk makan.













 IV.            HASIL PENGAMATAN
1.      Dolar pasir (Dendraster excentrias)
Berdasarkan pengamatan:
a.       bagian oral
Keterangan :
1.    Saluran air
2.    Kaki









b.      bagian aboral
Keterangan ;
1.    Gonopore
2.    Perut
3.    Saluran air










Bagian aboral





Bagian oral





Dokumen pribadi:










Keterangan :
1.      Saluran air
2.      Kaki
3.      Gonopore
4.      Perut

Menurut literatur :
           









Sumber : Anonim.a.2013.


2.      Pentaceros sp.
Berdasarkan pengamatan:
a.       bagian oral
Keterangan :
1.     Lengan
2.    Mulut
3.    Kaki tabung








b.      bagian aboral
Keterangan ;
1.      Celah amburakral
2.      Lengan
3.      Duri











Dokumen pribadi :
                                                         
Bagian oral













Bagian aboral
 










Keterangan :
1.      Celah amburakral
2.      Duri
3.      Lengan
4.      Kaki tabung

Menurut literatur :
Bagian oral
Bagian aboral
                                                           







                                


Sumber : Anonim.b.2013.
3.      Astropecten aurantiacus
Berdasarkan pengamatan:
a.       bagian oral
 

Keterangan :
1.      Celah amburakral
2.      Mulut
3.      Saluran air
4.      Duri
5.      Lengan





b.      bagian aboral
Keterangan :
1.      Duri
2.      Lengan












            Dokumen pribadi:                         
Bagian aboral
Bagian oral
           









Keterangan :
1.      Duri
2.      Lengan
3.      Mulut
4.      Celah amburakral
5.      Saluran air
Menurut literatur :                                          
Bagian aboral
Bagian oral
                                                                                               









Sumber : Anonim.c.2013.


  V.          ANALISIS DATA
1.      Dollar pasir (Dendraster excentricus)
Klasifikasi :
Kingdom               : Animalia
Phylum                  : Echinodermata
Class                      : Echinodea
Order                     : Clypeasteroida
suborder                : Scutelina
Family                   : Dendrasteridae
Genus                    : Dendraster
Spesies                  : Dendraster excentricus.
Sumber ; ( Hegner, 1968 )
Ciri-ciri khusus Dollar pasir yaitu tidak memiliki lengan, akan tetapi mereka memiliki lima baris kaki tabung yang berfungsi dalam pergerakkan lambat dan Dollar pasir memiliki bentuk tubuh pipih dan berbentuk cakram. Habitat hewan ini biasanya dipantai, batu karang, dasar laut, lumpur. Letak diantara duri berfungsi untuk menangkap makanan atau untuk membersihkan tubuh. Dollar pasir berwarna abu-abu, coklat, hitam atau warna ungu. Ukurannya bermacam-macam dengan bentuk tubuh melingkar. Tubuh mereka ditutupi dengan halus, kaki dengan silia, dan seperti echinodermata lainnya mereka memiliki lima kali lipat simetri radial. Mulut, anus, dan makanan lekukan berada di permukaan (oral) lebih rendah dan permukaan aboral memiliki petalidium, atau struktur berbentuk kelopak, dengan kaki tabung. Individu mati akan berwarna abu-abu atau putih, yang sering ditemukan terdampar di pantai.
Dollar pasir memiliki sistem air vaskular dari rongga internal atau coelom yang terhubung dengan kaki tabung. Kaki tabung tersebut diatur dalam lima baris berpasangan dan ditemukan pada ambulakral lima bidang radial pada permukaan bawah hewan, dan digunakan untuk bergerak, makan, dan respirasi. Duri umumnya berbentuk klub pada orang dewasa, dan kurang begitu dalam remaja. Kelima ambulakral baris bergantian dengan lima bidang interambulakral, di mana lempeng berkapur meluas ke tes. Di pusat pada sisi aboral adalah madreporite-struktur platelike berlubang, dan pada interambulacra adalah empat pori-pori genital kecil. Memancar keluar dari pori-pori genital adalah lima kelopak bunga, yang merupakan jari-jari ambulakral. Mulut berada di tengah di sisi bawah. Seperti yang lainnya, dendraster adalah pengumpan suspensi yang memakan larva crustacean, copepoda kecil, diatom, plankton, dan detritus. Dolar pasir dewasa bergerak dengan melambaikan duri mereka, sementara remaja menggunakan kaki tabung mereka. Kaki tabung sepanjang petalidium yang lebih besar dan digunakan untuk respirasi sementara tabung kaki di tempat lain pada tubuh lebih kecil dan digunakan untuk makan dan bergerak. Mereka sering bergerak jika mereka berbaring datar. Ketika makan mereka biasanya dalam posisi miring dengan ujung anterior mereka dikuburkan dan menangkap mangsa kecil dan ganggang dengan pedicellariae nya, kaki tabung, dan duri dan meneruskannya ke mulut. Mulut mereka termasuk struktur kecil. Dalam arus tinggi dolar pasir dewasa tumbuh dan mempunyai kerangka berat sementara remaja menelan butiran pasir yang berat untuk menjaga agar tidak hanyut. Mereka akan mengubur diri ketika mereka sedang memangsa spesies tertentu. Ketika terkena aliran air, mereka berkumpul dalam kelompok, membentuk baris sejajar di pasir, saat menggali tepi depan mereka dan meningkatkan ujung belakang mereka ke dalam aliran air, berbaris sehingga melewati dari kanan ke kiri di seluruh tubuh mereka. Karena bentuk dolar pasir adalah hidrofoil, maka akan menarik partikel makanan lebih dekat ke mulut mereka selama makan, manfaat ditingkatkan oleh penyelarasan banyak dolar pasir menjadi group. Reproduksi seksual D. excentricus mencapai kematangan antara 1 dan 4 tahun, perkawinan di akhir musim semi dan awal musim panas. Pembuahan eksternal, Dendraster betina mempunyai sel telur melalui gonopores dan mereka dibuahi oleh dolar pasir jantan dengan cara menjorok papilla genital dari luar. Telurnya berwarna orange pucat, dan dilindungi oleh lapisan jelly tebal dan dolar pasir dewasa dapat memakan larva dari telur tersebut. Tahap pertama disebut prisma. Setelah tahap ini embrio akan mengembangkan dua lengan mengubah dirinya menjadi larva echinopluteus. Hal ini diikuti dengan pengembangan senjata, hingga mencapai 8 lengan semua bersama-sama. Setelah larva mengembangkan sebuah rudiment Echinus maka akan menjadi remaja. Larva nektonic yang pelagis dan perjalanan jauh dari kelompok induk dengan saat ini. Larva berkembang akan menerima isyarat kimia dolar pasir dewasa untuk menetap dan mulai mengalami metamorfosis ke bentuk dolar pasir dewasa. Saat dewasa mereka tinggal di dasar laut. Usia tua dianggap penyebab utama kematian Dendraster excentricus. Mereka mungkin hidup sampai 13 tahun dan dapat berumur dengan menghitung cincin pertumbuhan pada pelat uji atau dengan menghitung pori-pori dalam kelopak habitat petalidium. Dolar pasir tinggal di dasar laut berpasir. Kadang-kadang rusak oleh pukat yang menyebabkan merugikan banyak organisme. Pengasaman laut dan pemanasan permukaan laut juga membahayakan populasi dolar pasir.

2.      Pentaceros sp
Klasifikasi :
Kingdom               : Animalia.
Phylum                  : Echinodermata.
Subphylum            : Eleutherozoa.
Classis                   : Asteroidea.
Ordo                      : Phanerozonia.
Familia                  : Pentaceridae.
Genus                    : Pentaceros.
Spesies                  : Pentaceros sp.
(Sumber Verma, P.S. 2002)
Pentaceros sp. hidup bebas di laut.Hewan ini mempunyai tubuh berbentuk bintang dengan 5 lengan.Tubuhnya sangat tebal dan bentuk bintangnya teratur dan berdiameter kira-kira 25 cm. Habitatnya dilaut dan didapatkan biasanya dilautan Indonesia pasifik.Akhir tiap celah ambulakral ialah mata merah terang dibuat dari beberapa ocelli.Binatang ini sangat keras dan banyak emas atau ossikel.Permukaan aboral lebih konfek dan permukaan oral lebih datar.Permukaan aboral berwarna kuning kemerah-merahanatau coklat didalamnya dan banyak putaran yang tak teratur, putaran yang besar mempunyai ukuran dan semua putaran mempunyai sisa dari ossikel.Dia itu terdiri dari bagian oral dan aboral.
Pada ujung-ujung lengan terdapat alat sensor yang bentuknya menyerupai tentakel. Hewan ini memiliki tubuh yang sangat tebal. Permukaan kulit tubuh kasar, pada bagian oral atau aboral terdapat duri-duri yang pendek dan tumpul yang disekitar duri terdapat modifikasi duri yang disebut pedicellaria. Permukaan aboral berbentuk cembung sedangkan permukaan oralnya berbentuk seperti flat atau lempeng.
Pada salah satu bagian antara dua bagian tubuh radial atau lengan terdapat lempeng saringan madriporit sebagai tempat masuknya air dalam sistem vaskular air atau ambulakral.Bintik mata terdapat pada ujung tentakel, bintik mata tersebut mengandung pigmen merah yang peka terhadap cahaya.
Di tengah-tengah tubuh bagian aboral terdapat lubang anus. Selain itu di bagian aboral ini juga terdapat madreporit. Madreporit ini merupakan lubang yang mempunyai saringan yang menghubungkan air laut dengan sistem pembuluh air dan lubang kelamin. Pada permukaan tubuh sebelah oralnya terdapat mulut yang dikelilingi oleh membran peristom dengan 5 alur ambulakral pada lengan tubuh. Pada tiap alur ambulakral terdapat dua deret atau empat deret kaki-kaki.

3.        Astropecten aurantiacus
Klasifikasi :
Kingdom               : Animalia.
Phylum                  : Echinodermata.
Subphylum            : Eleutherozoa.
Classis                   : Asteroidea.
Ordo                      : Phanerozonia.
Familia                  : Astropectenidae.
Genus                    : Astropecten.
Spesies                  : Astropecten aurantiacus
(Sumber : Verma, P.S. 2002)
Astropecten sp. Memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan jenis Pentaceros sp. Berbentuk bintang dengan 5 lengan yang terdiri atas bagain aboral dan oral. Permukaan kulit tubuh kasar, pada bagian oral atau aboral terdapat duri-duri yang pendek dan tumpul yang dikelilingi modifikasi duri yang disebut pedicellaria. Pedicellaria berfungsi untuk melindungi insang dermal, menangkap mangsa dan mencegah serpihan-serpihan serta organisme kecil agar tidak tertimbun pada permukaan tubuh. Tubuhnya terbungkus oleh epidermis yang halus. Penyokong tubuh tersusun dari lembaran kapur atau ossiculus yang terikat oleh muskulus atau jaringan ikat. Duri-duri pendek dan tumpul tertutup oleh epidermis. Sistem vaskular air merupakan bagian dari coelom,. Dengan titik tolak madreporit, saluran batu yang menuju ke bawah tersambung dengan saluran cincin atau saluran melingkar yang melingkari daerah mulut. Habitat Astropecten  sp ini adalah hidup bebas di laut.  Beberapa pasang muskulus digunakan untuk membuka dan menutup pedicellariae apabila terangsang. Lengan dapat dilenturkan oleh otot berserabut yang terdapat dalam dinding tubuh. Pembuluh-pembuluh kaki juga dilengkapi dengan otot berserabut.

 VI.            KESIMPULAN
1.      Pada phylum Echinodermata kita mengamati kelas Asteroidea, kelas ini termasuk bintang laut yang berduri dan sama-sama mempunyai madreporit, kakitabung dan sistem ambulakral. Dan pada bintang laut khususnya Astropecten bentuk bintangnya itu sangat teratur.
2.      Morfologi Echinodermata khususnya kelas Asteriodea terdapat 5 buah lengan, memiliki mulut dan anus, terdapat duri-duri disekeliling tubuhnya, terdapat kaki tabung, madreporit, alat sensor dan sistem amburaklar.
3.      Ciri-ciri dari Echinodermata itu sendiri adalah bentuknya simetri radial, larvanya juga simetri bilateral, dan lengannya berjumlah 5. Tidak memilki kepala dan otak dan tidak  bersegmen. Permukaan tubuhnya simetri radial, memiliki kaki ambulakral, tubuh terbungkus oleh epidermis. Saluran pencernaan sederhana, biasanya lengkap dan tidak memilki anus. Memiliki sistem sirkulasi yang radial dan mengalami reduksi, respirasi dilakukan dengan insang kecil. Sistem syaraf dengan batang cincin yang bercabang-cabang kearah radial dan organ reproduksinya terpisah.
4.      Awetan yang digunakan pada kelas Asteroidea ialah Astropecten aurantiacus , Pentaceros spdan Dendraster excentricus.





















VII.            DAFTAR PUSTAKA

Anonim.a.2013. http://www.google.co.id/imgres?q=dollar+laut&um=   (diakses pada 1 April 2013).

Anonim.b.2013. http://www.google.co.id/imgres?q=Pentaceros&um=    (diakses pada 1 April 2013).

Anonim.c.2013. http://www.google.co.id/imgres?q=2.%Astropecten&um=        (diakses pada 1 April 2013).

Anonim.d.2013.http://books.google.co.id/books?id=MmtYqOgh3FYC&pg=PA242&dq=dollar+laut&hl=id&sa (diakses pada 1 April 2013).

Hegner, Robert.W. & Joseph G.Engemann. 1968. Invertebrates Zoologi.    London: The Macmillan Company Collier-Macmilllan Limited.

Mahrudin dan Dharmono. 2013. Penuntun Praktikum Zoologi Invertebrata. PMIPA FKIP UNLAM. Banjarmasin.

Radiopoetro. 1986. Zoologi. Erlangga : Jakarta.







0 komentar:

Poskan Komentar