Jumat, 26 April 2013

Laporan Praktikum Daun Tunggal dan Bagian-Bagiannya


Praktikum I
Topik               : Daun Tunggal dan Bagian-bagiannya
Tujuan             : Mengenal bagian-bagian dan ciri-ciri daun tunggal
Hari/Tanggal   : Kamis /21 Februari 2013
Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP Unlam Banjarmasin
 

       I.            ALAT DAN BAHAN
A.    Alat-alat
1.      Baki/nampan
2.      Alat Tulis
3.      Lup
B.     Bahan-bahan
1.      Daun Bambu (Bambusa Sp.)
2.      Daun Tebu (Saccharum officinarum I.)
3.      Daun Pisang (Musa x paradisiaca L.)
4.      Daun Jarak ( Ricinus communis L.)
5.      Daun Widelia (Widelia Sp.)
6.      Daun Keladi (Colocasia Sp.)
7.      Daun Mangga (Mangifera indica L.)

    II.            CARA KERJA
1.      Mengamati bagian-bagian daun : tangkai (petiolus), pelepah (vagina), helaian (lamma), lidah-lidah (ligula).
2.      Mengamati bagian daun : Lanset,bulat telur, bulat telur terbalik, perisai,garis, pita,dsb.
3.      Mengamati ujung daun : runcing, meruncing, tumpul, membulat, romping/rata, berbelah, berduri.
4.      Mengamati pangkal daun : runcing, meruncing, tumpul, membulat, romping/rata, berlekuk.
5.      Mengamati tepi daun : rata, bergerigi, bergigi, bergerigi ganda, bergerigit berombak, berlekuk, bercangap, berbagi.
6.      Mengamati daging daun : tipis seperti selaput, tipis lunak seperti kertas, seperti perkamen, seperti kulit, berdaging.
7.      Mengamati pertulangan daun : menyirip, menjari, melengkung, sejajar.
8.      Mengamati permukaan atas dan bawah daun : gundul, licin,(mengkilat suram, berselaput lilin), kasap, berkerut, berbingkul-bingkul, berbulu (jarang, halus, dan rapat kasar).
9.      Mengamati warna daun pada permukaan atas dan bawah.
10.  Menggambar hasil pengamatan.

 III.            TEORI DASAR
Daun merupakan bagian tumbuhan yang penting dan umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang, bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamankan buku-buku (nodus) batang, dan tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar. Kaya akan suatu zat warna hijau daun yang dinamakan klorofil. Daun berfungsi sebagai alat untuk :
1.      Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi)
2.      Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
3.      Penguapan air (transpirasi)
4.      Pernafasan (respirasi)

A.    Bagian-bagian daun
Daun lengkap terdiri atas tiga bagian yaitu :
1.      Upih daun atau pelepah daun (vagina)
2.      Tangkai daun (petiolus)
3.      Helaian daun (lamina)
B.     Bangun / bentuk daun (Circumeriptio)
Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar maka daun dibedakan empat golongan yaitu :
1.      Bagian yang terlebar kira-kira ditengah-tengah helaian daun.
Tumbuahn yang memiliki daun yang bagian terlebarnya terletak di tengah-tengah helaian daun kemungkinan bangun daunnya adalah bulat atau bundar (orbicularis), bangun perisai (pelitatus), jorong (ovalis atau ellipticus), memanjang (oblongus), dan daun lanset (lanceolatus) .
2.      Bagian yang terlebar di bawah tengah-tengah helaian daun.
Daun-daun yang mempunyai bagian yang terlebar di tengah-tengah helaian daunnya dalam dua golongan yaitu :
a.       Pangkal daunnya tdak bertoreh. Dalam golongan ini didapati bentuk-bentuk daun seperti bangun bulat telur (ovatus) , bangun segitiga (triangularis), bangun delta (deltoideus), dan bangun belah ketupat (rhomboideus)
b.      Pangkal daun bertoreh atau berlekuk. Dalam golongan ini termasuk bentuk-bentuk daun seperti : bangun jarang (cordatus), bangun ginjal atau kerinjal (reniformis), bangun anak panah (sagittatus), bangun tombak (hastatus), dan bangun bertelinga (auriculatus).
3.      Bagian yang terlebar terletak di atas tengah-tengah helaian daun.
Daun dengan bagian yang terlebar terletak di tengah-tengah helaian daun kemungkinan bangunan daunnya adalah bulat telur sungsang (abovatus), bangun jantung sungsang (obcordatus), bangun segitiga terbalik atau bangun pasak (cuneatus), dan bangun sudip atau bangun spatel atau solet (spathulatus)
4.      Tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal keujung dapat dikatakan sama lebarnya.
Dalam golongan ini termasuk daun-daun tumbuhan yang biasanya sempit, atau lebarnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan panjangnya daun. Pada umumnya bentuk daun yang dari pangkal keujung sama lebarnya adalah bangun garis (linearis), bangun pita (ligulatus), bangun pedang (ensiformis), bangun pak atau dabus (subulatus), bangun jarum (acerosus).

C.    Ujung daun (Apex felli ) dan pangkal daun (Basis folli)
Ujung dan pangkal daun dapat memperlihatkan bentuk yang beraneka rupa. Ada tujuh ujung daun yang sering kita jumpai yaitu runcing (acutus), meruncing (acuminatus), tumpul (obtusus), membulat (rotundatus), romping (truncatus), terbelah (retusus), dan berduri (mucronatus).

D.    Susunan tulang daun (Nervatio atau Venation)
Tulang-tulang daun adalah bagian daun yang berfungsi untukmemberi kekuatan pada daun atau sebagai penguat dan jalan untuk pengangkutan zat-zat. Menurut besar kecilnya tulang-tulang daun dibedakan menjadi tiga macam, yaitu : Ibu tulang daun (costa), tulang-tulang cabang (nervus lateris), dan urat-urat daun (vena). Berdasarkan tulang-tuang cabang yang besar pada helaian daun, dapat dibedakan beberapa macam susunan tulang daun dan berdasarkan susunan tulangnya dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu daun-daun yang bertulang menyirip (penmanervis), daun-daun yang bertulang menjari (palminervis), daun-daun yang bertulang melengkung (cervinervis) dan tulang-tulang daun yang bertulang sejajar atau bertulang lurus (rectinervis).

E.     Tepi daun (Margo Folli)
Secara garis besar tepi daun dapat di bedakan dalam dua macam, yaitu: rata (integer) dan bertoreh (divisus). toreh-toreh pada tepi daun sangat beraneka ragam sifatnya. biasanya toreh-toreh pada tepi daun dibedakan dalam tiga golongan, yaitu:

1.      Tepi daun yang bertoreh merdeka.
Tepi daun dengan toreh yang merdeka banyak pula ragamnya, namun yang sering kita jumpai adalah tepi daun  yang dinamakan bergerigi (serratus), bergerigi ganda/rangkap (bisseratus), bergigi (dentatus), beringgit (crenatus) dan berombak (repandus).
2.      Tepi daun dengan toreh-torehyang mempengaruhi bentuknya.
Berdasarkan dalamnya toreh-toreh pada tepi daun dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu : berlekuk (lobatus), bercangap ( fissus) dan berbagi (pertitus).

F.     Daging daun (Intervenium)
Daging daun (intervenium) adalah bagian daun yang terdapat di antara tulang – tulang daun dan urat-urat daun.di bagian ini zat-zat yang di ambil dari luar tubuh di ubah menjadi zat-zat yang sesuai dengan keperluan kehidupan tumbuhan. tebal tipisnya helaiandaun tergantung dari tebal tipisnya daging daunnya. oleh karena itu daging daun dapat bersifat seperti selaput (membranceus), seperti kertas (papyraceus) atau (chartaceus), tipis lunak (herbaccus), seperti perkamen (perkamenteus), seperti kulit berlulang (cortacius) dan berdaging (cornosus).

G.    Warna daun
Secara umum kita ketahui bahwa daun berwarna hijau, namun tidak jarang kita jumpai daun yang berwarna tidak hijau.Selain itu warna hijau pada daun dapat memperlihatkan banyak variasi atau nuansa, misalnya merah, hijau bercampur atau bertutup warna merah, atau hijau kekuningan.



H.    Permukaan daun
Pada umumnya warna daun pada sisiatas dan bawah jelas berbeda, biasanya sisi atas tampak lebih hijau, licin atau mengkilat jika dibandingkan dengan sisi bawah daun. Kadang-kadang  pada permukaan daun terdapat alat-alat tambahan yang berupa sisik-sisik , rambut-rambut, duri dll. Oleh karena itu orang membedakan permukaan daun ada yang licin ( laevis ), gundul ( glaber ), kasap ( scaber ), berkerut ( rugosus ), berbingul-bingkul ( bullatus ), berbulu kasar ( hispidus ), dan bersisik ( Lepidus ).

 IV.            HASIL PENGAMATAN
A.    Gambar hasil pengamatan.
1.      Daun Widelia Sp.
Keterangan :
1.   Ibu tulang daun
2.   Anak tulang daun
3.   Ujung daun
4.   Helaian daun
5.   Pangkal daun

Berdasarkan literatur:

                                                                        Keterangan :
1                       1. Ibu tulang daun
2                       2. Anak tulang daun
3                       3. Ujung daun
4                       4. Helaian daun
5                       5. Pangkal daun

Sumber : anonim.a. 2013


2.      Daun jarak (Ricinus communis L.)
Keterangan :
1.      Ujung daun
2.      Ibu tulang daun
3.      Helaian daun
4.      Anak tulang daun
5.      Pangkal daun
6.      Tangkai daun

Berdasarkan literatur:
                                                                                                Keterangan :
1                          1. Ujung daun
2                          2. Ibu tulang daun
3                          3. Helaian daun
4                          4. Anak tulang daun
5                          5. Pangkal daun
6                          6. Tangkai daun
Sumber : anonim.b.2013

3.      Daun pisang (Musa x paradisiaca L.)
Keterangan :
1.      Pelepah
2.      Ibu tulang daun
3.      Helaian daun
4.      Ujung daun
5.      Pangkal daun







Berdasarkan literatur:
                                                                        Keterangan :
1                 1. Pelepah
2                 2. Ibu tulang daun
3                 3. Helaian daun
4                 4. Ujung daun
5                 5. Pangkal daun


Sumber : anonim.c.2012.
4.      Daun keladi (Colocasia Sp.)


Keterangan :
1.      Ujung daun
2.      Ibu tulang daun
3.      Pangkal daun
4.      Pelepah
5.      Helaian daun


Berdasarkan literatur:
                                                                        Keterangan :
1                    1. Ujung daun
2                    2. Ibu tulang daun
3                    3. Pangkal daun
4                    4. Pelepah
5                    5. Helaian daun
Sumber : anonim.d.2013
5.      Daun mangga (Mangifera indica L.)
Keterangan :
1.      Tangkai daun
2.      Ibu tulang daun
3.      Anak tulang daun
4.      Ujung daun
5.      Pangkal daun



 Berdasarkan literatur:
                                                                                    Keterangan :
1              1. Tangkai daun
2              2. Ibu tulang daun
3              3. Anak tulang daun
4              4. Ujung daun.
5              5. Pangkal daun

Sumber : anonim.e.2013

6.      Daun tebu (Saccharum officinarum L.)
Keterangan :
1.      Pelepah
2.      Pangkal daun
3.      Ibu tulang daun
4.      Ujung daun







Berdasarkan literatur:
                                                                        Keterangan :
1                    1. Pelepah
2                    2. Pangkal daun
3                    3. Ibu tulang daun
4                    4. Ujung daun.


Sumber : anonim.f. 2013
7.      Bambusa sp.
Keterangan :
1.      Ujung daun
2.      Ibu tulang daun
3.      Pangkal daun



Berdasarkan literature :

                                                                        Keterangan :
1                 1. Ujung daun
2                 2. Ibu tulang daun
3                 3. Pangkal daun.


Sumber : anonim.g.2013



B.     Tabel Hasil pengamatan
No

Nama
Tumbuhan

Bangun Daun

Ujung daun

Pangkal daun

Tepi daun

Daging daun
Permukaan atas dan bawah daun

Warna daun
Atas
Bawah
1
Bambu (Bambusa sp)
Lanset
Runcing
Membulat
Rata
Sepertiperka-men
Ber-bulu kasar
Kasap
Hijau tua
2
Tebu (Saccharum officinarum)
Pita
Runcing
Rompang/
rata
Rata
Seperti perka-men
Ber-bulu kasar
Ber-bulu kasar
Hijau
3
Pisang (Musa paradisiaca L.)
Jorong
Tumpul
Tumpul
Rata
Tipis seperti kertas
Licin berse-laput lilin
Licin berse-laput lilin
Hijau tua
4
Jarak (Ricinus communis)
Bulat
Meruncing
Membulat
Ber-gerigi ganda
Tipis lunak
Licin suram
Ber-bulu kasar
Merah keungu-an
5
Widelia (Widelia sp)
Bulat
Runcing
Runcing
Berge-rigi
Tipis lunak
Ber-bulu halus
Ber-bulu kasar
Hijau
6
Keladi (Colocasia sp)
Bangun perisai
Merun-cing
Membulat
Rata
Tipis lunak
Licin ber-lapis lilin
Licin
Hijau tua
7
Mangga (Mangifera indica)
Jorong
Merun-cing
Tumpul
Rata
Seperti kulit
Licin mengkilat
Ber-kerut
Hijau tua

    V.            ANALISIS DATA
1.      Widelia Sp.
Tumbuhan widelia adalah tanaman yang yang berukuran kecil. Kebanyakan Widelia tumbuh menggerombol. Daun Widelia juga merupakan tanaman yang berdaun tidak lengkap, sama halnya dengan daun jarak yang hanya mempunyai tangkai daun (petiolus), helaian daun (lamina) saja, dan tidak mempunyai pelepah daun (vagina). Bangun daun widelia berbentuk bulat , ujung daun dan pangkal daunnya runcing.
Tumbuhan widelia memiliki tepi daun yang bergerigi dan daging daunnya tipis lunak (herbaceous). Pada permukaan atas dan bawah daun berbulu halus. Bagian atas berwarna hijau tua dan pada bagian bawah berwarna hijau. Selain itu, permukaan atas daun widelia  berbulu halus dan bagian bawahnya berbulu kasar.
Klasifikasi
Kingdom       : Plantae (Tumbuhan)
Super Divisi  : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                        : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas             : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas      : Asteridae
Ordo             : Aster
irales
Famili            : 
Asteraceae 
Genus            : 
Widelia
Spesies          : Widelia sp
.
Sumber : (Cronquist,1981)

2.      Jarak (Ricinus communis L.)
Jarak adalah tanaman yang kebanyakan dapat ditemui di daerah tropis. Sekarang jarak banyak digunakan orang sebagai pengganti solar atau sering disebut biodiesel. Jarak merupakan tanaman yang daunnya tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina) saja, tidak mempunyai pelepah daun (vagina).
Pada daun jarak terdapat torehan-torehan yang membuat sulit untuk menentukan bangun daunnya dan untuk mengetahui bangun daunnya tidak perlu diperhatikan torehan-torehan daun tersebut, dan anggap saja merupakan suatu kesatuan. Dan untuk daun jarak ini bangun daunnya adalah bulat. Tepi daunnya bergerigi ganda. Daging daunnya memiliki tekstur tipis lunak dan mempunyai ujung daun meruncing serta pangkal daun yang membulat. Permukaan atas daun jarak memiliki tekstur yang licin suram dan bagian bawahnya berbulu kasar.
Klasifikasi
Kingdom       : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi  : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                        : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas             : Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
Sub Kelas      : Rosidae
Ordo             : Euphorbiales
Famili           
Euphorbiaceae
Genus           
Ricinus
Spesies          Ricinus communis L
.
Sumber : (Cronquist,1981)

3.      Pisang (Musa x paradisiaca L.)
Daun pisang merupakan daun lengkap yang memiliki pelepah, tangkai daun, dan helai daun. Tanaman ini hanya memiliki batang semu yang merupakan pemanjangan dari pelepah. Sebagian besar jenis pisang memiliki daun yang berukuran besar berbentuk jorong. Sebagian besar memiliki ujung daun yang tumpul dan pangkal daun pisang kebanyakan tumpul tapi ada sebagian yang berlekuk. Daging daun menyerupai kertas tipis. Daunnya hijau tua dengan ekstur permukaan atas dan bawah daunnya licin berselaput lilin.
Klasifikasi
            Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas        :
Zingiberidae
Ordo                : Zingiberales
Famili              : 
Musaceae (suku pisang-pisangan)
Genus              : 
Musa
Spesies
            : Musa paradisiaca L.
            Sumber : (Cronquist,1981)

4.      Tebu (Saccharum officinarum L.)
Tumbuhan tebu sering dijumpai di dataran rendah. Tebu merupakan penghasil utama gula di dunia. Daun tebu memiliki bagian yang lengkap, yaitu pelepah daun, tangkai daun dan helai daun. Tanaman ini memiliki bentuk daun seperti pita dengan ujung daun yang runcing dan pangkal daun yang rompang/rata. Tepi daun tumbuhan ini rata tanpa gerigi. Daun tebu mempunyai daging daun yang menyerupai perkamen. Tekstur permukaan atas dan bawah daunnya berbulu kasar berwarna hijau.
Klasifikasi
            Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas        : Commelinidae
Ordo                : Poales
Famili              : 
Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus              : 
Saccharum
Spesies
            : Saccharum officinarum L.
Sumber : (Cronquist,1981)

5.      Bambu (Bambusa sp.)
Bambu adalah tanaman yang sering tumbuh bergerombol. Tanaman ini biasa tumbuh di dataran rendah hingga menengah. Pada tanaman bambu, daunnya merupakan daun tunggal yang lengkap karena mempunyai bagian daun berupa pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Tanaman ini memiliki daun yang runcing di ujungnya dan membulat di pangkal daunnya. Bentuk daun berupa bangun lanset dengan tepi daun yang rata. Daging daun menyerupai perkamen dan berwarna hijau tua. Permukaan atas daun bertekstur berbulu kasar dan permukaan bawahnya kasap.
Klasifikasi
            Kingdom         :Plantae
Subkingdom    :Tracheobionta
Super Divisi     :Spermatophyta (Menghasilkan biji)
 Divisi              : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
 Kelas              : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas        : Commelinidae
Ordo                : Poales
Famili              : 
poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus              : 
Bambusa
Spesies             : Bambusa sp.
Sumber : (Cronquist,1981)

6.      Keladi (Colocasia sp.)
Keladi adalah tanaman yang kebanyakan hidup di daerah dekat sungai atau tempat yang tergenang air. Keladi memiliki bagian daun berupa pelepah dan helai daun.Tangkai daun keladi adalah tangkai semu yang merupakan pemanjangan dari pelapah daun. Tanaman keladi memiliki daun daun berbentuk perisai dengan ujung daun meruncing dan pangkal daun membulat. Hal ini disebabkan karena bagian pangkal daunnya sulit untuk ditemukan karena tepi daunnya yang berlekatan atau bertemu satu sama lain, dan pertemuan tepi daun pada pangkal daun tersebut terjadi pada sisi yang sama, dan untuk hal tersebut bangun daunnya dianggap membulat. Tepi daun tumbuhan keladi rata. Daging daunnya tipis lunak. Permukaan atas daun licin berselaput lilin dan bawah daun tanaman keladi licin. Kebanyakan warna daun keladi adalah hijau.
Klasifikasi
            Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas        : Arecidae
Ordo                : Arales
Famili              : 
Araceae (suku talas-talasan)
Genus              : 
Colocasia
Spesies
             : Colocasia sp.
Sumber : (Cronquist,1981)

7.      Mangga (Mangifera indica L.)
Daun mangga memiliki helai daun dan tangkai daun, tetapi tidak memiliki pelepah daun, maka daun mangga merupakan daun tidak lengkap. Daun tanaman mangga memiliki bangun jorong dengan ujung daun yang meruncing dan pangkal daunnya tumpul. Tepi daun mangga rata. Daging daun mangga menyerupai kulit. Permukaan atas daun licin mengkilap dan bawah daun mangga berkerut. Warna daun mangga hijau tua.
Klasifikasi
            Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Sapindales
Famili              : 
Anacardiaceae 
Genus              : 
Mangifera
Spesies
            : Mangifera indica L.
            Sumber : (Cronquist,1981)

 VI.            KESIMPULAN
1.      Daun bambu : bangun lanset, ujung runcing, pangkal membulat, tepi daun rata, daging daun tipis seperti perkamen, warna daun dominan hijau. Permukaan atas berbulu kasar sedangkan permukaan bawahnya kasap.
2.      Daun tebu : bangun pita, ujung runcing, pangkal rompang/rata, tepi daun rata, daging daun seperti perkamen, warna daun dominan hijau. Permukaan atasnya berbulu kasar sedangkan permukan bawahnya berbulu kasar juga.
3.      Daun pisang : bangun jorong, ujung tumpul, pangkal tumpul, tepi daun rata, daging tipis seperti kertas, warna hijau tua. Permukaan atasnya licin berselaput lilin dan permukaan bawahnya licin berselaput lilin pula.
4.      Daun jarak : bangun bulat, ujung meruncing, pangkal membulat, tepi bergerigi ganda, daging daun berupa tipis lunak, warna merah keunguan. Permukaan atas daun licin suram dan bawah daun berbulu kasar.
5.      Daun widelia : bangun bulat, ujung runcing, pangkal runcing, tepi daun bergerigi, daging daun seperti tipis lunak, warna hijau. Permukaan atas daun berbulu halus dan rapat dan permukaan bawah yang juga berbulu kasar.
6.      Daun keladi : bangun perisai, ujung meruncing, pangkal membulat, tepi daun rata, daging daun tipis lunak, warna hijau tua. Permukaan daunnya licin berselaput lilin dengan permukaan bawahnya licin.
7.      Daun mangga : bangun jorong, ujung meruncing, pangkal tumpul, daging daun seperti kulit, warna hijau tua dengan permukaan atas daun licin mengkilap dan bawah daun yang mengkerut.
8.      Daun tunggal mempunyai arti yaitu hanya terdapat satu daun pada tangkai daun, pertumbuhannya terbatas dan tidak mempunyai kuncup pada ujungnya.
9.      Daun  lengkap adalah daun yang memiliki bagian berupa pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Daun lengkap terdapat pada daun pisang (Musa paradisiaca L.), daun tebu (Saccharum officinarum L.) dan daun bambu (Bambusa sp).
10.    Daun tidak lengkap mempunyai 3 kemungkinan yaitu :
a.       Daun bertangkai : hanya memiliki tangkai daun dan helaian daun saja. Contohnya : mangga (Mangifera indica L.)
b.      Daun berupih atau berpelepah ; hanya memiliki upih dan helaian daun saja. Contohnya: suku rumput-rumputan.
c.        Daun duduk (sessilis), hanya terdiri dari helaian saja, tanpa memiliki tangkai dan pelepah (upih).
d.       Daun hanya terdiri dari tangkai saja, yang bisa menyerupai seperti helaian daun.
11.  Contoh daun yang tidak lengkap yaitu : daun mangga (Mangifera indica L.), daun jarak (Ricinus communis L.), daun keladi (Colocasia sp.), dan daun widelia (Widelia sp).


VII.            DAFTAR PUSTAKA
Anonim.a.2013.http://w2science.swiiit.com/wbn/slot/u1797/LivingClassroom/images/resctr/poison_ycdaisy.jpg (diakses pada 27 Feb 2013)

Anonim.b.2013.http://us.123rf.com/400wm/400/400/stocksnapper/stocksnapper0807/stocksnapper080700007/3401792-castor-oil-plant-ricinus-communis.jpg (diakses pada 27 Feb 2013)
Anonim.c.2013.http://2.bp.blogspot.com/_i0Euf3i42Oo/TPb3WeCg37I/AAAAAAAAADc/LkYzKE9-Ueo/s1600/daun-pisang.jpg (diakses pada 27 Feb 2013)
Anonim.d.2013.http://www.plantoftheweek.org/image/colocasia.jpg (diakses pada 27 Feb 2013)
Anonim.e.2013.http://opendata.keystone-foundation.org/wp-content/uploads/2010/03/Mangifera-indica.jpg (diakses pada 27 Feb 2013)
Anonim.f.2013.http://www.henriettesherbal.com/files/images/photos/s/sa/d06_2243_saccharum-officinarum.jpg (diakses pada 27 Feb 2013)                                                         
Anonim.g.2013.http://flora.huh.harvard.edu/FloraData/1001/Images/Poaceae/Poaceae-Bambusa%20sp-141.jpg (diakses pada 27 Feb 2013)
Anonim.h.2013. http://azaywali.blogspot.com/2012/03/morfologi-daun-tunggal_14.html (diakses pada 27 Feb 2013)
Amintarti, Sri. 2013. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. PMIPA                FKIP UNLAM: Banjarmasin.
Tjitrosoepomo, Gembong.1994. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada UniversityPress. Yogyakarta.





           






0 komentar:

Poskan Komentar